Milankovitch dan Perubahan Iklim
- Oct 2, 2016
- 2 min read
Perubahan iklim menjadi isu yang paling hangat pada era ini. Semua praktisi membahas tentang perubahan iklim dari mulai tentang penyebab hingga proyeksi perubahan iklim kedepan. Pendanaan yang kuat pun menarik semua ahli dari berbagai bidang membahas perubahan iklim dari bidang ekonomi hingan kesehatan. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suatu badan perkumpulan negara yang membahas tentang perubahan iklim , menjelaskan perubahan iklim adalah perubahan kondisi iklim yang dapat diidentifikasi dengan peraubahan pada rata-rata dan atau sifat variabilitas pada jangka waktu dekade atau lebih lama [1]. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menjelaskan perubahan iklim merupakan perubahan iklim yang disebabkan secara langsung dan tidak langsung oleh kegiatan manusia yang mengubah komposisi atmosfer global dan mempengaruhi variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu yang sam [1].
Faktor penyebab dari perubahan iklim terbagi menjadi dua yaitu faktor yang disebabkan alam (natural forcing) dan disebabkan aktifitas manusia (man forcing). Inti terjadinya perubahan iklim adalah terjadinya perubahan energi yang diterima oleh bumi dalam hal ini radiasi matahari. Pada artikel ini membahas bagian dari natural forcing. Seorang astrofisik dari Serbia bernama Milutin Milankovitch (1879-1958) menjelakan teori siklus pergerakan bumi dan dampaknya terhadap perubahan iklim. Peruabahan siklus pergerakan bumi akan mempengaruhi penerimaan energi oleh bumi. Melankovic menjelaskan 3 jenis pergerakan bumi yang merupakan faktor perubahan iklim disebabkan alam (natural forcing). Tiga jenis pergerakan tersebut meliputi :


Eccentricity, merupakan perubahan bentuk orbit bumi mengelilingi matahari. Periode siklus perubahan bentuk orbit bumi kisaran 90.000 hingga 10.000 tahun. Bentuk orbit bumi yang bulat akan menyebabkan insolasi yang berbeda dengan bentuk orbit bumi yang ellips, karena perbedaan jarak bumi degan matahari. Orbit bumi yang bulat memiliki eccentriciry=0 sedangkan orbit bumi yang ellips memilki eccentricity >0.
Sumber : Robert Simmon, NASA GSFC
Obliquity, merupakan perubahan kemiringan kutub bumi. Variasi perubahan kemiringan kutub bumi kisaran 22.1 derajat hingga 24.5 derajat. Sekarang, sudut kemiringan bumi kisaran 23.4 derajat. Periode siklus perubahan sekitar 41.000 tahun. Perubahan kemiringan kutub bumi akan mempengaruhi komposisi sebaran radiasi matahari di permukaan bumi. Berkurangnya kemiringan kutub bumi akan mengurangi jumlah radiasi yang masuk pada wilayah yang lintang tinggi dan meningkatkan radiasi yang masuk pada wilayah lintang rendah, begitupula sebaliknya.
Sumber : Robert Simmon, NASA GSFC
Precession, merupakan perubahan orientasi rotasi kutub bumi terhadap matahari. Hal ini akan menyebabkan perubahan tanggal kejadian jarak terjauh bumi terhadap matahari (aphelion) dan jarak terdekat bumi terhadap matahari (perihelion). Peiode siklus ini 26.000 tahun.

Sumber : Robert Simmon, NASA GSFC
Sumber :
[1] https://www.ipcc.ch/publications_and_data/ar4/syr/en/mains1.html.
[2] http://earthobservatory.nasa.gov/Features/Milankovitch/
Comments